My Research


Korelasi Kandungan Fenolik Total Ekstrak Kloroform Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Fraksi-fraksinya Terhadap Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas dan Efek Sitotoksik.

ABSTRAK


Eksplorasi antioksidan alami makin berkembang seiring dengan makin bertambahnya pengetahuan tentang fakta bahwa makanan yang kaya antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas. Selain itu antioksidan dapat  mencegah kerusakan akibat penyakit kanker (Kumaran, 2006). Beberapa antioksidan dapat dihasilkan dari produk alami seperti dari rempah, herbal, sayuran, dan buah (Hernani dan Raharjo, 2006). Ekstrak tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah terbukti memiliki potensi  penangkapan radikal (antiradikal) dan memiliki potensi sebagai antikanker. Berdasarkan penelitian diatas dapat dipastikan bahwa mengkudu dapat berkerja sebagai agen penangkap radikal serta agen sitotoksik, oleh karena itu dalam penelitian ini akan diteliti korelasi kandungan fenol total terhadap kedua aktivitas tersebut.
Buah mengkudu (15 kg) dihaluskan, dimaserasi dengan metanol, dan dipartisi dengan kloroform untuk memperoleh ekstrak kloroform (21.60 g). Selanjutnya ekstrak kloroform difraksinasi dengan kromatografi cair vacum (KCV). Ekstrak dan fraksi-fraksi yang diperoleh ditentukan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-hidrazil), untuk uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay terhadap sel kanker payudara T47D, sementara itu untuk kandungan fenolik ditentukan dengan spektrofotom etri melalui metode Folin-Ciocalteu. Terakhir dilakukan korelasi kandungan fenolik dengan aktivitas antiradikal dan agen sitotoksik.
Nilai IC50 yang diperoleh dari ekstrak dan fraksi-fraksi kloroform buah mengkudu berturut-turut sebesar 126.55µg/ml(untuk ekstrak), 66.399µg/ml(Fraksi II), 246.941µg/ml(Fraksi III), 107.554µg/ml(Fraksi IV),  81.2162 µg/ml(Fraksi V).

Aktivitas antiradikal pada Fraksi II dan V  memiliki aktivitas antioksidan yang kuat (karena IC50 < 100 µg/ml), pada Fraksi IV dan Ekstrak kloroform mengkudu memiliki aktivitas yang sedang ( diantara IC50 100-200 µg/ml), dan pada fraksi III memilki aktivitas yang rendah (IC50 > 200 µg/ml). Semua hasil uji belum memiliki aktivitas antioksidan lebih besar dari Vitamin E (nilai IC50 20.23 µg/ml).

Kandungan senyawa fenolik dari yang tertinggi ke rendah sebagai berikut Fraksi II > Fraksi V > Ekstrak > Fraksi III >Fraksi IV > Fraksi I, seperti yang diketahui senyawa fenol kaya akan manfaat sebagai pendorong aktivitas antioksidan yang menyebabkan banyak fungsi yang lainnya. Sedangkan untuk uji sitotoksik terlihat yang memilki efek sitotoksik adalah Fraksi II (IC50 1.2208x10-3 µg/ml) dan ekstrak (IC50 1.535µg/ml), suatu ekstrak dapat dikatakan memiliki efek sitotoksik terhadap sel apabila memiliki nilai IC50 < 100 µg/ml (Rajabalian, 2007).
Hasil korelasi menunjukkan bahwa 44.3% aktivitas antiradikal(antioksidan) merupakan hasil kontribusi dari senyawa-senyawa fenolik, sedangkan untuk  korelasi kandungan fenolik dengan efek sitotoksik diperoleh sebesar 34.6%. Maka dapat diketahui bahwa aktivitas antiradikal dan sitotoksik tidak hanya di sumbang dari senyawa fenolik saja akan tetapi dapat juga berasal dari metabolit sekunder yang terdapat pada buah mengkudu tersebut yang memiliki struktur yang khas dan berkontribusi lebih.

Kata kunci : Morinda citrifolia L., antioksidan, fenolik total, efek sitotoksik.

Komentar

Postingan Populer