# Research Idea
Gelatin seharusnya sudah jadi Barang Halal
Sadarkah, cangkang Kapsul yang beredar selama ini masih di produksi dari Gelatin babi loh, dan salah satu pengatasannya adalah menghasilkan gelatin yang halal. di penelitian Lubna kali ini. mau menjabarkan Solusi gelatin dari limbah tulang sapi dan kambing.
mari simak.....
Pengolahan Limbah Tulang Sapi Dengan Jaminan Halal
Sebagai Pemenuhan Produksi Gelatin Di Indonesia
Manfaat
terpenting dari penulisan karya tulis Pengolahan Limbah Tulang Sapi Dengan
Jaminan Halal Sebagai Pemenuhan Produksi Gelatin Di Indonesia bertujuan untuk
mengkaji pemanfaatan tulang sapi yang menjadi limbah dalam RPH (Rumah
Pemotongan Hewan) sapi dan terlebih lagi pada hari raya Idhul Adha dengan
adanya penyembelihan hewan kurban sapi masal, dimana limbah tulang yang selama
ini diketahui tidak memiliki daya guna, akan
dapat dimanfaatkan menjadi
penghasil gelatin yang terjamin, baik dari segi kualitas maupun kehalalannya.
Luaran yang diharapkan dari program penulisan ini adalah selain sebagai
pemanfaatan dari limbah tulang tersebut juga dapat menjadi sumber pemasukan
yang besar bagi masyarakat dan negara Indonesia ,sehingga dapat membuka
lapangan usaha baru bagi masyarakat serta
terpenuhi kebutuhan produksi gelatin yang terjamin dari segi kualitas
dan kehalalnya. Dari Hal tersebut menunjukan Indonesia bukan hanya negara yang
peduli akan kesehatan dan perekonomian masyarakat, melainkan juga menjunjung
tinggi syariat-syariat agama.
Gelatin komersial yang ada di pasaran dikategorikan
sebagai gelatin tipe A dan tipe B. Pengelompokan ini berdasarkan jenis
prosesnya, yaitu proses perendaman asam dan basa. Proses perendaman asam
menghasilkan gelatin tipe A dan perendaman basa menghasilkan gelatin tipe B.
Gelatin tipe A umumnya berasal dari kulit babi yang memiliki titik isoelektrik
(titik pengendapan protein) pada pH yang lebih tinggi (7.5-9.0) dari pH
isoelektrik gelatin tipe B (4.8-5.0). Gelatin
tipe B biasanya bersumber dari kulit jangat sapi dan tulang sapi (Anonim,
2006).
Proses untuk memperolehnya dengan
perendaman 1 di lanjutkan degreasing di lanjutkan pembuatan ossein di lanjutkan perendaman ulang di lanjutkan Ekstraksi di lanjutkan pendinginan di lanjutkan pengeringan dan penimbangan hasil.
Hasil penelitian dari
jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB, diperoleh kombinasi konsentrasi dengan
hasil gelatin yang terbaik adalah pada HCL 4% dan Ca(OH)2 10%. Pada proses ini dapat menghasilkan rendemen gelatin
sebesar 7,38%-10,52%. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Fatimah (1996),
memberikan hasil bahwa dengan proses asam didapatkan rendemen gelatin 8,32%
untuk perendaman dengan larutan HCL 5% dan dalam larutan HCL 2,5% rendemen yang
diperoleh sebesar 8,01%. Dari
penelitian yang dilakukan tersebut menunjukan penggunaan HCl 4-5% merupakan
konsentrasi HCl optimum agar dihasilkan rendemen gelatin yang maksimal.
jadi dengan metode di atas dan dengan limbah tulang yang di miliki negara ini, negara ini dapat menghasilkan sendiri gelatin dalam jumlah besar. dan itu sangat membantu dunia pengobatan, pangan.
Sedikit una share masalah ide penelitianku. jika ad pertanyaan silahkan comment di bawah. Terima kasih. ^^
Komentar
Posting Komentar