My Research
Karya tulis PKM AI
POTENSI KOMBINASI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN KUNIR
PUTIH (Curcuma Zedoaria Rosc) SEBAGAI PENGOBATAN ALAM ALTERNATIF
TERPERCAYA UNTUK PENYAKIT KANKER
Oleh:
Ringkasan Karya Tulis
Mengkudu dan kunir putih merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia dan secara umum telah banyak digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Karya tulis ini akan mencoba menelusuri dan memaparkan potensi kombinasi buah mengkudu dan kunir putih dalam pengobatan kanker.
Metode
penulisan yang digunakan adalah metode studi literatur dengan mengumpulkan
data-data yang berhubungan dengan: Kanker, Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Kunir putih (Curcuma zedoaria Rosc).
Hasil analisis potensi kunir putih dan mengkudu dalam
pengobatan kanker bahwa kunir putih telah terbukti memiliki kandungan zedoarin,
kurdiona dan kurkumol yang bersifat antineoplastik (Anonimf,2009). Zat-zat
tersebut dapat merusak pembentukan ribosoma pada sel-sel kanker dan jaringan
liar dengan cara meningkatkan pembentukan jaringan fibroblast di sekeliling
jaringan kanker, lalu membentuk lapisan limfosit dalam sel-sel jaringan kanker
dan membungkusnya, sehingga sel-sel jaringan kanker tersebut tidak dapat berkembang,
akhirnya sel-sel kanker akan mati, dan tidak menimbulkan bahaya lagi. Pada
jaringan normal terdapat limfosit yang merupakan sel utama dalam sistem
kekebalan tubuh. Terdapat 2 hal yang menyebabkan limfosit tidak dapat membunuh
sel kanker tersebut, yaitu ketika sistem kekebalan organisme tersebut menurun atau lemah dan jumlah
limfosit yang tidak cukup dalam proses fagositosis sehingga tersisanya sel
kanker yang akhirnya akan berkembang biak kembali. Oleh karna itu pemberian
kunir putih akan membantu jaringan tubuh meningkatkan produksi firoblast yang
akan membentuk limfosit dalam jumlah banyak, sehingga dapat berperan dalam
membunuh sel asing dan menghancurkannya tanpa merusak sel normal, sehingga sel
normal dapat melakukan fungsinya kembali sebagai penerima pesan-pesan pengaturan
replikasi dan apoptosis (Karnen, 2002). Lanjutan ask di komentar
Komentar
Posting Komentar