# LPP Explore Dempo
Dempo...Oh the greatest Dempo
25-26 November 2014
Tanggal itu mungkin tidak akan terlupakan seumur hidup una, Kenapa? Una Naik boo....Naik Gunung,...Entah mahluk apa yang merasuki Nie tubuh yah, Prinsip Una salah satunya adalah Gak Naik gunung kalau gak sama seseorang yang Una sebut "Suami". Yah cita-cita sih punya suami yang bakalan ngajak Naik. eh malah keduluan ma Obsesi diri sendiri...Jangan sampe deh suamiku adalah obsesiku sendiri. Oh nooo...aku butuh Lelaki ya allah...#curcol
Bukan itu intinya Tulisan ini, tetapi Gimana serunya Pengalaman pertama Una Naik Gunung Dempo dengan ketinggian 3159 MDPL. I LOVE THAT moment, When I see Billion of stars above my head.
yah una naik kali ini bersama Member LPP lagi, dan ada Member yang belum sempet una kenalin pas di cerita Bangka kemarin,.ini dia...............................
Namanya Yudi, kalau una suka Panggil dia Yuca, Yuca itu anaknya Rame, kalau ada dia rasanya cukuplah gak usah bawa orang sepasar buat nemenin kita naik, terus ada ajah bahasan buat kita semangat Pas jalan ma nie anak, Baik hati, Gak suka cari ribut dan Easy going.
dan satu lagi member cewe yaitu Lena, kalau Lena sih Cewe petualang, gak suka ngeluh...bahkan di atas gunung ketika dia sakit, dia diem doank, dan itu bikin se inodnesia bingung, hehe, anaknya cantik, suka marah-marah gak jelas tapi tanpa rasa takut buat nyoba apa ajah.
oh ya satu lagi....Imam namanya...dia lah seseorang yang bikin perjalanan ini jadi mudah, gara-gara banyaknya koneksi alias Rumahnya tidak jauh dari tu Gunung, jadi bisa numpang Plus ngerepotin, makasih yah imam...:)
perjalanan bermula jum'at sore dan kita sampai ke pagar alam Jum'at malamnya, terus singgah di rumah imam. Esok Paginya....Perjalanan di MULAI....^^
Jam 7 pagi setelah perut kenyang dan kebutuhan air mencukupi, Carrier dan semua persiapan Udah ready, Kita di jemput mobil Pick UP yang notabene punya keluarganya si imam dan kita di angkut sampai Pintu Rimau (pintu masuk untuk Naik gunung Dempo ini).
15 menit setelah perjalanan Naik ini di mulai, rasanya ada yang bisikin una bilang "Una kamu gak mampu, udah jangan di paksain, tinggal ajah di pagar alam, udah kamu gak mampu". tapi una una halau...kenapa? una penasaran...ada apa sih di atas? kenapa semua orang bilang keren di atas, dll.
jadi setelah 2 jam berlalu semuanya terkendali, palingan banyak-banyak kuatin diri buat gak sakit pas perjalanan naik. dan yah,,...beruntungnya una...una gak perlu bawa carier ketika una naik dan turun, semua udah di bawain penyuers cowo.
dan bawa diri sendiri tidak semudah yang kalian pikirkan, Butuh tekad dan keyakinan Untuk yakin kamu pasti sampai di tujuan dengan selamat.
kita naik jam 8 pagi dan Setelah melewati ribuan keindahan Pohon hutan dengan Bau kuat Lumut yang sampai sekarang masih teringat di ingatan una. sampailah di shelter 1,.rasanya kaki sudah ingin melangkat lagi, tapi melihat ramainya teman-teman pendaki yang ada di shelter 1, membuat kaki ini ingin duduk sejenak, sambil bercakap dengan mereka, kita juga mengisi amunisi untuk melanjutkan pendakian.
Shelter 2 terlewati, setelah Jalan Menanjak mengunakan Tali dan benar-benar mendaki dengan berpegangan Ranting pohon. Begitu hebatnya perasaan yang Una dapat,...Una mampu...sampai di sini.
lalu perjalanan di lanjutkan menuju Hutan Lumut,..hutan hijau dengan pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi tapi cukup menyesatkan bila tidak konsentrasi. setelah hutan lumut berakhir, una harus menuruni bukit dulu, untuk mencapai Pelataran gunung dempo yang Indah., rasanya ingin menangis, ketika melihat, una mampu di atas puncak gunung ini.
dan yang teringat adalah ketika hendak memasuki pelataran, kebiasaan pendaki lain adalah mengucapkan salam, jadi una mencoba " ASSALAMUALAIKUM"....dan bonus yang una dapat...ada yang menjawab , waalaikumsayang, (TT,)...tapi tetap saja sambutan hangat dari pendaki lain terasa sekali.
setelah mendirikan tenda, mulailah konflik terjadi,...yang una inget, Bingung cari air buat wudhu, jadilah tayamum solusinya.
tapi pemandangan yang indah bayaran yang impas atas konflik yang terjadi.
malam pun datang, suhu dingin menusuk kulit, jadi semua sudah bergegas masuk tenda dan memakai SB (sleeping bag) una juga,.dan hujan lebat pun turun, dengan guyuran hujan diatas tenda dan dinginnya udara, una merasakan benar-benar di alam yang tidak terduga akan apa yang terjadi setelah ini.
dan yah, ada seorang anak yang baru sampai di atas gunung, menjerit-jerit kedinginan, anehnya rombongan mereka gak bawa tenda, ya Allah, una cukup kecewa mendengarnya dari balik tenda, dan dari tenda rombongan kami, Adit dan Rian yang keluar untuk membantu. secara kalau una keluar, terus kehujanan, terus kedinginan, malah ngerepotin penyuers nanti. jadi una cuma di dalam tenda dan menunggu yang terbaik. setelah jam 3 dini hari, hujan berhenti.
dan yah....temen setenda memanggil una, "una mau Liat bintang gak? keluar kalao iya"...
Ya allah....una gak pernah menyangka...una bisa menyaksikan hal ini, Jutaan bintang di atas kepala una, dengan gugus mereka masing-masing, rasanya kepala tidak bisa tertunduk lagi, terus menatap ke atas, ke keajaiban yang ALLAH ciptakan untuk umat manusia. INDAH!!!!
keindahan belum berakhir...Paginya, kita bersama Mendaki bukit kecil untuk melihat kawah Dempo yang lengendaris. dan perjuangannya berat juga, karena cuma berpegang batu-batuan,
selama pendakian banyak sekali pohon panjang umur yang cantik di sekeliling kita, sangking cantiknya...una gak mau memetiknya. Biar mereka hidup di sana, terus mempercantik gunung dempo, Puncak gunung dempo.....^^
oh ya satu lagi....Imam namanya...dia lah seseorang yang bikin perjalanan ini jadi mudah, gara-gara banyaknya koneksi alias Rumahnya tidak jauh dari tu Gunung, jadi bisa numpang Plus ngerepotin, makasih yah imam...:)
perjalanan bermula jum'at sore dan kita sampai ke pagar alam Jum'at malamnya, terus singgah di rumah imam. Esok Paginya....Perjalanan di MULAI....^^
Jam 7 pagi setelah perut kenyang dan kebutuhan air mencukupi, Carrier dan semua persiapan Udah ready, Kita di jemput mobil Pick UP yang notabene punya keluarganya si imam dan kita di angkut sampai Pintu Rimau (pintu masuk untuk Naik gunung Dempo ini).
15 menit setelah perjalanan Naik ini di mulai, rasanya ada yang bisikin una bilang "Una kamu gak mampu, udah jangan di paksain, tinggal ajah di pagar alam, udah kamu gak mampu". tapi una una halau...kenapa? una penasaran...ada apa sih di atas? kenapa semua orang bilang keren di atas, dll.
jadi setelah 2 jam berlalu semuanya terkendali, palingan banyak-banyak kuatin diri buat gak sakit pas perjalanan naik. dan yah,,...beruntungnya una...una gak perlu bawa carier ketika una naik dan turun, semua udah di bawain penyuers cowo.
dan bawa diri sendiri tidak semudah yang kalian pikirkan, Butuh tekad dan keyakinan Untuk yakin kamu pasti sampai di tujuan dengan selamat.
kita naik jam 8 pagi dan Setelah melewati ribuan keindahan Pohon hutan dengan Bau kuat Lumut yang sampai sekarang masih teringat di ingatan una. sampailah di shelter 1,.rasanya kaki sudah ingin melangkat lagi, tapi melihat ramainya teman-teman pendaki yang ada di shelter 1, membuat kaki ini ingin duduk sejenak, sambil bercakap dengan mereka, kita juga mengisi amunisi untuk melanjutkan pendakian.
![]() |
lalu perjalanan di lanjutkan menuju Hutan Lumut,..hutan hijau dengan pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi tapi cukup menyesatkan bila tidak konsentrasi. setelah hutan lumut berakhir, una harus menuruni bukit dulu, untuk mencapai Pelataran gunung dempo yang Indah., rasanya ingin menangis, ketika melihat, una mampu di atas puncak gunung ini.
dan yang teringat adalah ketika hendak memasuki pelataran, kebiasaan pendaki lain adalah mengucapkan salam, jadi una mencoba " ASSALAMUALAIKUM"....dan bonus yang una dapat...ada yang menjawab , waalaikumsayang, (TT,)...tapi tetap saja sambutan hangat dari pendaki lain terasa sekali.
![]() |
| tenda pertamaku di puncak |
tapi pemandangan yang indah bayaran yang impas atas konflik yang terjadi.
malam pun datang, suhu dingin menusuk kulit, jadi semua sudah bergegas masuk tenda dan memakai SB (sleeping bag) una juga,.dan hujan lebat pun turun, dengan guyuran hujan diatas tenda dan dinginnya udara, una merasakan benar-benar di alam yang tidak terduga akan apa yang terjadi setelah ini.
dan yah, ada seorang anak yang baru sampai di atas gunung, menjerit-jerit kedinginan, anehnya rombongan mereka gak bawa tenda, ya Allah, una cukup kecewa mendengarnya dari balik tenda, dan dari tenda rombongan kami, Adit dan Rian yang keluar untuk membantu. secara kalau una keluar, terus kehujanan, terus kedinginan, malah ngerepotin penyuers nanti. jadi una cuma di dalam tenda dan menunggu yang terbaik. setelah jam 3 dini hari, hujan berhenti.
dan yah....temen setenda memanggil una, "una mau Liat bintang gak? keluar kalao iya"...
Ya allah....una gak pernah menyangka...una bisa menyaksikan hal ini, Jutaan bintang di atas kepala una, dengan gugus mereka masing-masing, rasanya kepala tidak bisa tertunduk lagi, terus menatap ke atas, ke keajaiban yang ALLAH ciptakan untuk umat manusia. INDAH!!!!
keindahan belum berakhir...Paginya, kita bersama Mendaki bukit kecil untuk melihat kawah Dempo yang lengendaris. dan perjuangannya berat juga, karena cuma berpegang batu-batuan,
| mendaki untuk melihat kawah dempo |
| pohon panjang umur |
setelah 25 menit mendaki, sampailah ke Tujuan yang orang bilang, Rugi kalau gak Lihat... Dan una sudah Buktikan Tidak ada yang mustahil di dunia ini jika kamu berniat meraihnya.
Una berhasil di ATAS DEMPO,
perjalanan turun di mulai jam10 pagi hari ini,melewati pintu Rimba dengan jarak tempuh 8 jam, rasanya masih ingin menanti memandang bintang lagi,. pasti ada kesempatan lain. PASTI.
Kejadian Lucu pas sampai di Kampung 4 adalah...ngeliat Yuca ngelingker di rumput, kayak Anak kucing, hahaha...sangking capek dan senangnya kembali turun mungkin.
![]() |
| Korban Di Tolak Pervita pearce |






Komentar
Posting Komentar